Narapidana Hukuman Seumur Hidup Bisa mengatur Peredaran Ekstasi Dan Hukuman Menjadi Hukuman Mati

Berita Bagus 001 – Seorang narapidana yang sedang menjalankan hukuman seumur hidup, Egah Halim alias Ahui (46), sudah dijatuhi hukuman mati. Dengan diganjarkan hukuman maksimal bahwa telah melakukan pengedaran narkotika dengan partai besar dari Lapas Klas IA Tanjung Gusta Medan.

Dengan diberikan hukuman mati oleh majelis hakim dengan diketuai Erintuag Damanik pada Pengadilan Negri (PN) Medan pada Senin (22/10). Egah sudah dinyatakan sudah melakukan perbuatan yang telah diatur dan diancam dengan Pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sudah terbukti dia mengatur pengedaran sebanyak 26.992 butir pil ekstasi melalui kekasihnya, Lenny (berkas terpisah).

“Memberikan hukuman  terhadap terdakwa dengan pidana mati,” uajr Erintuah.

Putusan dari majelis hakim sama halnya dari tuntutan Jaksa penuntut Umum (JPU) Ermahyanti Tarigan. “Dari keputusan itu, terdakwa juga bisa dengan sikap menerima atau melakukan banding dalam tujuh hari. Juga sama dengan apa yang diberikan kepada JPU,” ujar Erintuah sebelum tutup sidang.

Dalam dakwaan JPU mengatakan jika perkara tersebut diawali setelah ditangkapnya Lenny (berks terpisah) oleh tim dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut pada Lower Ground Certre Poin Mall, Jalan Jawa, Kelurahan Gang Buntu, Medan pada Selasa, 2 Agustus 2017 pada jam 16.15 WIB. Didapati dari wanita tersebut sebanyak dua bungkus plastik dalam tasnya. Yang sudah diisi 2.001 pil ekstasi dengan warna pink memiliki logo Hello Kitty.

AGEN DOMINO, BANDAR SAKONG, AGEN POKER, CAPSA SUSUN, BANDAR Q ONLINE, BANDAR 66

Dari penangkapan tersebut akhirnya dikembangkan. Mulai dari Indekos Lenny yang berada di Jalan Candi Prambana, Kelurahan Petiah Tengah, Medan Petisah dilakukan pengeledahan. Hasil yang ditemukan dalam kamar ada sebanyak 15 bungkus plastik yang sudah diisi sebanyak  14.991 butir pil ekstasi.

Apa yang diakui Lenny bahwa hal tersebut diperintahkan oleh pacarnya Egah Halim, seorang narapidana yang sedang melaksanakan masa hukuman seumur hidup di Lapas Klas IA Tanjung Gusta Medan. Egah pun langsung diamankan. Pria yang telah berulangkali terlibat dengan bisnis narkoba sudha mengakui perbuatanya.

Egah mengaku bahwa dia juga memesan sebanyak 30.000 butir pil ekstasi yang akan diedarkan oleh Lenny, dari telepon kepada seseroang dengan nama Syaiful (DPO). Lenny (40) terlebih dahulu dijatuhkan hukuman  dalam perkara tersebut. Majelis hakim telah menjatuhkan pidana seumur hidup. Hukuman kepada Lenny yang dijatuhkan majelis hakim yang diketuai oleh Richard Silalahi di PN Medan pada Selasa (17/4).

=== 1 Akun ID untuk 8 permainan ===

Poker|Domino 99|Adu Q|Bandar Q|Capsa|Bandar Poker|Sakong|Bandar 66

SAHAM DOMINO|AGEN DOMINO ONLINE TERPERCAYA DAN TERBESAR DI INDONESIA

Bermain Poker Online Uang Asli Dengan Kualitas Server Terbaik Serta Tampilan Terbaru Hanya di SAHAM
DOMINO

Link Alternatif : www.saham66.com

Agen Domino Online Yang Memberikan Jaminan Keamanan Dalam Bermain Poker Online Tanpa BOT, Admin Serta
Kami Selalu Memberikan Pelayanan Terbaik Selama 24 Jam Setiap Harinya.

Dengan minimal Deposite 10.000,- Anda bisa bermain Semua Game

Dengan minimal withdraw 30.000,- Anda sudah menjadi Pemenang

Hubungi CS kami disini :

* WhatsApp (WA) : +85511432089

* pin BBM :7B7EADE4

* Skype : saham.domino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Rahasia Dari Selebrasi Marko Simic Dengan Jari Telunjuk Tutupi Mulut

Berita Bagus 001 – Seorang penyerang dari klub Persija Jakarta, marko Simic tidak banyak bicara ...