Pengendalian Pengedar Obat Terlarang Oleh Napi Di Lapas

Beritabagus001 – Penangkapan pengedar obat terlalarang Suluh Prahasto (34), di tanggkap oleh anggota Unit Reskrim Polsek Unggaran, Minggu (14/10/2017) malam ini disebuah kos di Bandarjo, Unggaran, Kabupaten Semarang mengaku hanya sebagai kurir.

Barang bukti berupa sebuah koper yang isi dalam nya terdapat 15.588 butir obat terlarang dan sebuah senjata air sofgun merupakna milik temannya bernama Ari.

“Kalau ada yang pesan, saya disuru antar ke orangnya, dia tentukan tempatny,” kata Suluh di Mapolsek Ungaran, Selasa (17/10/2017) siang.

“Air sofgun yang di amankan polisi dengan model KM43ZDH “Jericho941” merupakan milik Ari, semenjak suaminya mendekam di penjara di LP Kedungpane Semarang setahun lalu, istrinya Ari menyerahkan senjata itu kepada Suluh.

“Istrinya tidak berani menyimpan senjata itu maka dititipkan ke saya, tidak pernah di bawa karena kondisinya rusak,” jelasnya.

Siapakah Ari itu? Menurut pengakuan Suluh, Ari merupakan rekan kerja nya di sebuah tempat pengisian air isi ulang sebelum mendekam di penjara LP Kedungpane karena kasus narkoba. Berasal dari kampung yang sama dengan Ari, di Kelurahan Gabahan, Semarang Tengah. Agen Domino

“Kasusnya sabu, dia kena enam tahun. Setahu saya baru menjalani satu tahun,” ucapnya.

Pengakuan Suluh masi bisa berkomusnikasi melalui ponsel, meskipun Ari masi berada di balik jeruji penjara. Ari akan memberi instruksi kepada siapa dan dimana obat-obat ilegal ini harus di kirim.

“Dia yang menentukan tempatnya, kadang di SPBU, di Alfamart atau di Indomaret,” ucapnya. “Kadang dibeli dengan tunai, kadang suru antar barang saja. Sesuai apa yang di arahkan dia,” imbuhnya.

Jika mengirimkan barang, Suluh akan mendapatkan upah tetapi bervariasi. Tergantung jenis obat dan volume di pesannya. Untuk seboto; obat merek Hexymer 2 yang berisi 1.000 butir di jual seharga Rp 800.000, maka dia akan mendapatkan fee sebesar Rp 70.000.

Hasil dari penjualan obat terlarang tanpa izin dari Dinas Kesehatan akan di kirim ke rekening Ari.

“Yang pesan kebanyakan orang semarang, tidak ada yang saya kenal semuanya. Di Ungaran tidak pernah, pindah kos aja baru tiga hari,” ungkapnya. Agen Domino

Pengebrekan yang dilakukan jajaran Unit Reskrim Polsekta Ungaran menggerebek sebuah kamar kos yang di gunakan sebagai “gudang” distribusi obat-obat terlarang di kawasan pemukiman padat penduduk di Kota Ungaran, Sabtu (14/10/2017) malam.

Penangkapan Suluh Prahasto (34) merpukan Kelurahan Gabahan, Semarang Tengah, dengan barang bukti sebanyak 15.588 butir tablet obat berbagai merek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Rahasia Dari Selebrasi Marko Simic Dengan Jari Telunjuk Tutupi Mulut

Berita Bagus 001 – Seorang penyerang dari klub Persija Jakarta, marko Simic tidak banyak bicara ...